Sabtu, 07 Februari 2026

Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang

Aksi Solidaritas Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang


 

       Beberapa waktu lalu, bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet, termasuk kawasan Pemalang bagian selatan. Peristiwa ini disebabkan oleh hujan lebat berintensitas tinggi dan angin kencang sejak Jumat sore (23/1/2026). Curah hujan tinggi yang terus berlanjut hingga malam hari menyebabkan debit air di beberapa sungai utama, seperti Sungai Soso dan Sungai Penakir, meningkat drastis hingga meluap melampaui daya tampungnya.

        Pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, banjir bandang mulai menerjang kawasan permukiman di Kecamatan Pulosari dan Moga dengan membawa material lumpur tebal serta gelondongan kayu. Desa Penakir menjadi salah satu lokasi dengan dampak terparah. Derasnya arus banjir mengakibatkan 29 unit rumah warga mengalami kerusakan dan sebanyak 911 jiwa menjadi korban terdampak banjir.

    Selain merusak kawasan pemukiman, banjir bandang ini juga memutus akses transportasi dan melumpuhkan aktivitas masyarakat. Beberapa ruas jalan utama serta jembatan penghubung antarwilayah tertutup material lumpur dan kayu, sehingga mobilitas warga menjadi sangat terbatas. Kondisi ini menghambat proses evakuasi serta pendistribusian bantuan ke lokasi terdampak. Aktivitas ekonomi pun terhenti sementara karena kerusakan pada akses jalan dan fasilitas umum.

     Dalam situasi darurat ini, kebutuhan logistik menjadi sangat mendesak. Warga memerlukan pasokan makanan, selimut, air bersih, serta perlengkapan sanitasi untuk mencegah menjaga kessehatan dan meminimalisir terkena penyakit pasca bencana. Sebagian besar keluarga terpaksa mengungsi ke kantor kecamatan atau rumah kerabat sembari menunggu kondisi lingkungan kembali aman.

     Berdasarkan data dari PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Pemalang per Senin, 26 Januari 2026, pukul 17.04 WIB, skala pengungsian akibat bencana ini sangat besar dengan total 2.292 jiwa. Sebaran pengungsi tersebar di berbagai titik, di antaranya: Kantor Kecamatan Pulosari  (196 Jiwa), Gedung NU(525 Jiwa), TPQ Syafaatul Quran RT 15  (471 Jiwa), Pukesmas Pulosari (15 Jiwa), Desa Sima Moga (44 Jiwa), Dusun Wanasari Penakir Mushola RT 25, RT 26 (500 Jiwa), TPQ Al-Hikmah RT 20 ( 82 Jiwa), Masjid Lama "Baitul Hikmah"  RT 21 (215 Jiwa), dan Masjid Lama ( Baitul Hikmah) RT 22 (195 Jiwa).


    Merespons kondisi tersebut, Aliansi Mahasiswa Pemalang bergerak cepat melalui semangat solidaritas. Berbagai organisasi seperti IMP SAIZU, IMPP WALISONGO, IMPP-PEKALONGAN, IMP UNIMUS, IMPP UNNES, IMPP UNSIQ, IMP POLINES, dan Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya berkolaborasi menggalang dana serta bantuan pokok. Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan peran aktif generasi muda dalam menghadapi krisis di daerah asal mereka. Penggalangan dana dilakukan secara online maupun langsung di titik-titik strategis wilayah Pemalang dengan total donasi masuk sebanyak Rp 17.456.180,00.

Fokus utama bantuan disalurkan langsung melalui posko-posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) agar distribusi lebih efektif dan tepat sasaran. Berikut adalah penyaluran bantuan yang telah dilaksanakan:

• Gelombang I (Selasa, 27 Januari 2026): Penyaluran bantuan tahap pertama di desa Penakir dusun Wanasari.

• Gelombang II (Rabu, 28 Januari 2026): Penyaluran bantuan di desa Sima.

• Gelombang III (Jum'at, 30 Januari 2026): Penyaluran bantuan tahap kedua di desa Penakir dusun Wanasari.

• Gelombang IV (Senin, 2 Februari 2026): Penyaluran bantuan di desa Penakir dusun Sawangan.

     Aksi ini bukan semata-mata berfokus pada penyaluran bantuan fisik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat terdampak. Kehadiran para Mahasiswa di tengah warga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas, sekaligus menegaskan bahwa para korban tidak menghadapi situasi ini sendirian. Gerakan ini pun mendapat respon positif dari berbagai pihak, yang turut menyalurkan donasi maupun tenaga.

    Bencana banjir bandang memang menyisakan duka, namun aksi kemanusiaan Aliansi Mahasiswa Pemalang ini memberikan energi baru bagi warga untuk bangkit. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban warga Pemalang Selatan dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial diharapkan terus terjaga sebagai bekal bagi mahasiswa untuk selalu berkontribusi positif bagi masyarakat.

 

Berikut Transparansi Keuangan Penggalangan Dana Bencana Alam Pemalang Selatan: 

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1-OcxjS8so_5pCqkvunzdmmDRizKpvxjCywbCT0NUVfg/edit?usp=sharing





Jumat, 06 Februari 2026

Semangat Berbagi Informasi Dunia Perkuliahan Melalui Kegiatan Sosialisasi IMPP Pekalongan 2026

 Semangat Berbagi Informasi Dunia Perkuliahan Melalui Kegiatan Sosialisasi IMPP Pekalongan 2026



Kontribusi mahasiswa IMPP Pekalongan dalam mendukung pendidikan, kembali dibuktikan melalui keberhasilan kegiatan Sosialisasi Kampus ke beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Pemalang. Sosialisasi merupakan salah satu program kerja yang dinaungi oleh Divisi Sosial, bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa pengenalan, promosi, dan pemaparan informasi menyeluruh mengenai beberapa perguruan tinggi yang ada di kota hingga kabupaten Pekalongan. Program sosialisasi ini menyambangi para siswa kelas XII SMA/SMK/MA di kabupaten Pemalang, mulai dari wilayah pemalang timur, tengah hingga wilayah selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan hampir selama satu bulan, mulai dari tanggal 6-29 Januari 2026 secara tatap muka. Untuk memudahkan koordinasi, pelaksanaan sosialisasi dibagian menjadi 3 wilayah, diantaranya Pemalang timur yang dikoordinatori oleh Eka Faidah Khasanah, Pemalang tengah yang dikoordinatori oleh Septi Yuliana, dan Pemalang selatan yang dikoordinatori oleh Muhamad Zaki Mubarok. Setiap wilayah diisi oleh mahasiswa/i yang tinggal di wilayah tersebut, tetapi mereka juga mengikuti sosialisasi di wilayah lain. Adapun beberapa kampus yang disosialisasikan pada kegiatan ini yaitu Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur), Universitas Pekalongan (UNIKAL), Universitas Muhammadiyah Pekajangan (UMP), Institut Widya Pratama (IWIMA).

Dalam pelaksanaan sosialisasi ini, mahasiswa/i memperkenalkan diri mereka sebagai bagian dari IMPP-Pekalongan, mereka juga membagikan sejumlah brosur kampus baik secara fisik maupun non-fisik. Mereka menjelaskan apa saja jalur masuk kampus, seperti SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri, serta syarat-syarat yang perlu dipenuhi. Selain itu, mereka juga membagikan informasi tentang berbagai fasilitas unggulan yang dimiliki setiap kampus yang ada di Pekalongan serta rincian biaya UKT dan juga beasiswa yang ada di kampus tersebut. Sesekali mereka juga berbagi cerita tentang apa saja yang ada di dunia perkuliahan, seperti aktivitas dalam perkuliahan, cara berkomunikasi dengan dosen, tata tertib kampus, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, para Mahasiswa juga ikut mempromosikan kegiatan-kegiatan IMPP-Pekalongan yang bisa diikuti oleh para siswa dan mengajak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. 

Dalam setiap kunjungan ke sekolah, suasana sosialisasi dibuat interaktif dan komunikatif. Mahasiswa/i tidak hanya berbicara di depan, tetapi juga membuka ruang diskusi kelas. Hal ini dilakukan agar para siswa terdorong aktif untuk bertanya, berbagi keresahan, bahkan mengungkapkan keraguan mereka tentang melanjutkan kuliah. Mulai dari jurusan, jalur masuk perguruan tinggi, hingga soal biaya dan beasiswa dibahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Sekali-kali terdapat candaan atau lelucon yang dibawakan para mahasiswa/i agar suasana kelas tetap nyaman.

Program sosialisasi kampus ini tidak hanya bermanfaat bagi para siswa, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi Mahasiswa/i. Melalui interaksi langsung dengan siswa dan pihak sekolah, mahasiswa/i dilatih untuk menyampaikan informasi secara jelas, membangun rasa percaya diri, serta menyesuaikan cara penyampaian dengan kondisi audiens. Pengalaman turun langsung ke lapangan ini menjadi bekal penting dalam membentuk kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi mahasiswa.

Antusiasme siswa dan sambutan hangat dari pihak sekolah menjadi indikator keberhasilan program ini. Banyak siswa yang mengaku lebih termotivasi dan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang arah pendidikan setelah lulus. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah juga menjadi dorongan besar bagi keberhasilan kegiatan, karena sosialisasi ini dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam membimbing siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya. Bagi IMPP-Pekalongan, hal ini menjadi pencapaian penting sekaligus bukti bahwa peran mahasiswa sebagai agen edukasi dan inspirasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah.

Melalui rangkaian kunjungan ini, mahasiswa IMPP-Pekalongan hadir sebagai teman berbagi informasi bagi siswa-siswi kelas XII. Mereka mengenalkan gambaran dunia perkuliahan secara lebih dekat, sekaligus memberi semangat agar para siswa berani melangkah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kelancaran kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen IMPP-Pekalongan dalam terus hadir dan berkontribusi bagi para pelajar.

Dengan berakhirnya rangkaian sosialisasi kampus tahun 2026, IMPP-Pekalongan berharap informasi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi siswa-siswi kelas XII dalam menentukan arah pendidikan mereka. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, namun dapat terus berkembang menjadi gerakan edukatif berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi pelajar.

Selasa, 04 November 2025

Kegiatan Galang Dana IMPP Pekalongan 2025

 


Kegiatan Galang Dana IMPP Pekalongan 2025


      Kepedulian sosial merupakan salah satu bentuk nyata dari rasa kekeluargaan yang selalu dijunjung tinggi oleh Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Pekalongan (IMPP-Pekalongan). Tidak hanya fokus pada kegiatan internal dan kaderisasi, IMPP juga berkomitmen untuk ikut hadir di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi musibah.

      Pada tanggal 18 Oktober 2025, IMPP Pekalongan melaksanakan kegiatan galang dana dan penyaluran bantuan kepada warga yang terkena musibah bencana Kebakaran di Desa Bulakan Barat, RT 06 RW 04, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 20 anggota IMPP Pekalongan yang bersama-sama berangkat menuju lokasi pada pukul 16.00 WIB. Setibanya bantuan di lokasi, kami langsung menyerahkan donasi yang telah dikumpulkan dari para anggota dan donatur. Selain itu, kami juga melakukan pengawasan langsung untuk melihat kondisi tempat kejadian. Berdasarkan hasil survei, terdapat lima rumah yang terdampak, dengan rincian tiga rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dan dua rumah lainnya hancur rata dengan tanah.

      Bantuan yang kami salurkan berupa pakaian layak pakai, selimut, dan bahan makanan pokok. Meski tidak seberapa, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara yang terkena musikbah. Kegiatan galang dana ini bukan hanya sekedar bentuk bantuan materi, namun juga wujud nyata dari rasa empati, solidaritas, dan kepedulian sosial mahasiswa Pemalang yang berkuliah di Pekalongan. Melalui aksi kecil ini, kami ingin menunjukkan bahwa IMPP Pekalongan bukan sekedar wadah untuk berkumpul, melainkan juga tempat untuk tumbuh bersama dan menebar manfaat bagi sesama.

      Kami percaya, setiap tangan yang memberi akan selalu membawa berkah bagi banyak hati. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari semakin banyak gerakan sosial yang lahir dari semangat kekeluargaan IMPP Pekalongan. Mari terus saling menguatkan, saling peduli, dan saling menebar kebaikan.


SALAM NGAPAK,

ORA NGAPAK, ORA KEPENAKKK!!!

Kamis, 25 September 2025

Masta IMPP Pekalongan 2025


Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Pekalongan 2025


 Masa ta’aruf atau bisa diartikan sebagai masa perkenalan merupakan rangkaian kegiatan dari Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Pekalongan (IMPP-Pekalongan) yang dilaksanakan awal periode baru di setiap tahunnya. Kegiatan Masta ini lebih spesifik merupakan program kerja dari divisi kaderisasi yang bertujuan untuk menjaring maba yang berkuliah di seluruh Pekalongan dan berasal dari Kab. Pemalang. Lebih jelasnya, IMPP Pekalongan menyediakan wadah bagi mahasiswa baru untuk bisa mengenal dunia kampus, saling mengenal mahasiswa dari Kab. Pemalang dan juga menjadi organisasi yang berasas kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya sekadar mengikuti acara, tetapi juga bisa merasakan hangatnya kebersamaan, menemukan teman seperjuangan, bahkan keluarga kedua di tanah perantauan. 

  Kegiatan masta kali ini dilaksanakan di Balai Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang pada hari Sabtu-Minggu, 20-21 September 2025. Dengan tema "Dari Pengenalan Menuju Kebersamaan, Dari Anggota Menjadi Keluarga", diharapkan kegiatan masta ini membentuk individu-individu yang saling mengenal, memahami, menghargai perbedaan, serta membangun rasa percaya dan solidaritas sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan solid, di mana semua orang merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang suportif dan saling mendukung. Masta kali ini dikomandoi oleh Saudara Muhammad Izzuddin Nurmuwafik selaku anggota dari divisi kaderisasi itu sendiri. Rangkaian kegiatan masta kali ini diawali dengan pengenalan keorganisasian dan ke IMPPan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan makalah dan materi terakhir adalah materi ke-Pemalangan. Kegiatan ini diisi oleh para alumni IMPP itu sendiri diantaranya yaitu Saudara Muhammad Ridwan, S.Sos, sebagai pemateri keorganisasian dan ke IMPPan , Saudara Luqni Maulana, S.Sos, sebagai pemateri ke-Pemalangan dan Saudari Arlinda Ayu Diah Arfani, M.Pd, sebagai pemateri pelatihan makalah. Para pemateri yang hadir tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berbagi pengalaman, cerita, serta motivasi agar para peserta semakin mantap menapaki dunia perkuliahan. Dan juga kehadiran para alumni ini menjadi bukti nyata bahwa IMPP Pekalongan tidak hanya berhenti pada masa kepengurusan, tetapi terus melahirkan kader yang peduli dan siap menularkan semangat kepada adik-adiknya. 

Bukan hanya materi-materi yang mereka dapatkan, kegiatan masta juga diisi dengan pentas seni dari masing-masing kelompok peserta, kemudian dilanjutkan dengan wisata malam. Wisata malam adalah kegiatan yang dilakukan ditengah malam yang kemudian mengharuskan setiap kelompok menjawab pertanyaan disetiap pos yang ada dengan mata tertutup. Setelahnya para peserta dikumpulkan melingkar di lapangan terbuka ditemani lilin yang menyala. Di tengah lingkaran lilin kemudian para peserta dibolehkan membuka penutup matanya dan dilanjutkan dengan mendengarkan orasi dari beberapa pengurus IMPP Pekalongan. Setelahnya kegiatan dilanjutkan dengan pembaiatan peserta masta menjadi angota IMPP Pekalongan 2025 dengan dibacakan ikrar atau janji kemudian dilanjutkan dengan penyiraman air bunga sebagai simbolis bahwa peserta telah dibaiat. 

 Masta kali ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai almamater yang ada di daerah pekalongan. Meskipun mereka berbeda kampus, prodi dan jurusan namun diharapkan dengan adanya kegiatan ini mereka dapat mengenal satu sama lain sebagai bentuk solidaritas mahasiswa daerah. Perbedaan yang ada justru menjadikan suasana semakin kaya, karena setiap mahasiswa membawa cerita, pengalaman, dan latar belakang yang beragam untuk saling melengkapi. Harapannya dengan adanya kegiatan masta kali ini, cukup bisa mengawali pengenalan IMPP Pekalongan kepada seluruh mahasiswa baru Pemalang yang berkuliah di Pekalongan karena tak kenal maka ta’aruf. Semoga setelah kegiatan masta ini selesai mereka tetap semangat mengikuti kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan satu periode ke depan dan IMPP Pekalongan tetap menjadi tempat atau rumah untuk seluruh mahasiswa Pemalang pulang dengan tetap menjunjung tinggi asas-asas kekeluargaannya. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan diharapkan menjadi awal dari ikatan yang lebih kuat di masa mendatang.

Semangat Guysss!

SALAM NGAPAK,

ORA NGAPAK, ORA KEPENAKKKKK!!!

Selasa, 03 Juni 2025

PANTAI WIDURI KEBANGGAN WARGA PEMALANG

 

PANTAI WIDURI KEBANGGAN WARGA PEMALANG

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pemalang ini terletak di antara dua kabupaten besar yaitu Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Tegal. Hal tersebut membuat kabupaten Pemalang menjadi kurang banyak dikenal oleh banyak orang. Banyak sekali orang-orang yang salah pemahaman terhadap kabupaten Pemalang, kebantakan mengira Pemalang itu terletak di Jawa Timur, karena nama Pemalang yang hampir mirip dengan Malang. Alasan tersebut lah yang sering kali dijumpai apabila kita menanyakan terkait keberadaan kabupaten Pemalang. Padahal Pemalang sendiri merupakan salah satu kabupaten yang cukup tua dan memiliki banyak sekali ciri khas didalamnya.

Branding di Pemalang sendiri merupakan Nanas, dimana Nanas merupaman salah satu hasil panen yang bagus di kabupaten Pemalang terutama di daerah kecamatan belik, kabupaten Pemalang. Banyak dijumpai di kota-kota besar misalkan ada penjual Nanas, pastinya terdapat tulisan "Nanas Madu Asli Pemalang". Hal tersebut menjadi salah satu branding untuk kabupaten Pemalang. Bukan hanya Nanas saja bamyak sekali ciri khas yang dimiliki oleh kabupaten Pemalang seperti terdapat pada kulinernya yaitu Nasi gerombyang, Lontong Dekem, Apem Comal, Tahu Pletok dan banyak lainnya. Kuliner-kuliner tersebut menjadi ciri khas tersendiri bagi pemalang karena kuliner tersebut tidak banyak ditemukan di kota-kota lain.

Selain kuliner-kuliner yang sangat enak untuk dinikmati, ada juga berbagai keindahan alam yang sangat rekomendasi untuk dipandang. Dari ujung Selatan sampai ujung Utara banyak sekali keindahan-keindahan yang dimiliki oleh kabupaten Pemalang. Berbagai keindahan wisata dimulai dari wisata buatan dan juga wisata alami menjadikan Pemalang mempunyai keindahan sendiri dibandingkan dengan kabupaten lain. Dimulai dari arah selatan dimana ada beberapa keindahan curug yang begitu menawan, nama curug tersebut adalah diantaranya Curug Bengkawah yang berada di Kecamatan Belik, Curug Sibedil di Kecamatan Moga, Curug Barong di Kecamatan Belik, Curug Sidok di Kecamatan Moga, dan masih banyak curug-curug yang lainya. Berbagai keindahan tersebut juga didukung oleh perjalanan ke tempat tersebut, dimana jalan yang dilalui nya masih dalam keadaan sejuk dan juga mudah dilalui oleh kendaraan.

Selain keindahan di wilayah selatan, pemalang juga memiliki keindahan di bagian utara yaitu berupa hamparan air yang sangat luas dan indah atau biasa dikenal dengan Pantai Widuri. Pantai tersebut merupakan salah satu pantai yang ada di Pemalang, dan termasuk ke dalam pantai yang terindah di Kabupaten Pemalang. Pantai widuri ini menjadi salah satu ciri khas Pemalang. Tidak lengkap apabila kita berlibur di Pemalang akan tetapi tidak mampir ke pantai widuri. Pantai ini memiliki area yang cukup luas dan juga memiliki pemandangan yang menyejukan hati pengunjung. Asalnya pantai widuri ini juga memiliki pasir yang sangat nyaman untuk bermain anak-anak, dan tidak sedikit pula orang yang berkunjung bermain air di tepi pantai.

Dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, keindahan pantai widuri selalu membuat pandangan mata tidak bisa terpalingkan. Henpasan ombak yang datang dan pergi membuat suasana hati menjadi tenang apalagi bagi kalian pencinta laut. Dimulai dari pemandangan sunrise yang menyejukan hati dan juga sunset yang menggembirakan hati penikmatnya. Waktu sunset merupakan waktu yang sangat tepat untuk nongkrong di pantai widuri, karena pemandangan dan warna orange matahari yang akan terbenam sangat memanjakan mata.

Sembari menikmati pemandangan yang sangat indah, tidak lupa juga ditemani dngan berbagai hidangan yang sangat menggirukan lidah. Tempe mendoan menjadi ikon kuliner di widuri, camilan tersebut sangat nikmat dinikmati dan juga harganya juga masih terjangkau. Selain itu banyak juga kuliner yang bisa dinikmati di pantai widuri, dimulai dari macam-macam olahan mie, lotek, bakso, ikan bakar, dan juga ada berbagai minuman yang menyegarkan seperti kelapa muda, es jeruk, es teh, coklat, dan masih banyak lagi ragam kuliner yang tersedia di pantai widuri.

Pantai widuri pantas menjadi ikon kabupaten pemalang, karena didalamnya terdapat keindahan yang sangat enak dipandang. Pemandangan matahari dan angin sejuk yang meyegarkan bisa menjadikan pengunjung betah. Pantai widuri ini patut dilestarikan dan dikembangkan agar selalu menjadi kebanggaan anak pemalang.

Kamis, 29 Mei 2025

Sang Mahasiswa : Samudra yang Tenang di Tengah Badai

 

Sang Mahasiswa : Samudra yang Tenang di Tengah Badai

Oleh : Fadjrie Mahardika Ristianto

Sering kali kita mendengar  kata “Mahasiswa”. Mahasiswa ialah suatu julukan bagi seseorang yang sedang menempuh perjalanan di satu tingkat pendidikan yaitu perguruan tinggi. Dengan julukan yang berbeda dengan anak-anak sekolahan pada umumnya, yang dalam hal ini mendapat tambahan kata “Maha” yang dapat diartikan dengan “yang tertinggi”. Mahaiswa ini kerap dijadikan sebagai panutan oleh anak-anak dari kalangan SMA, SMP bahkan anak-anak SD. Karena dengan berbagai aksinya yang mereka lihat di berbagai media membuat anak-anak tersebut menjadikan sudut pandang mereka menganggap bahwa mahasiswa merupakan seseorang yang keren dan berwibawa. Pada kenyataanya memang banyak orang-orang memandang bahwa mahasiswa ini merupakan seseorang yang sangat pandai dalam hal apapun, karena mereka menganggap bahwa seseorang yang sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi akan mempelajari semua ilmu yang ada sehingga menimbulkan perspektif yang berlebihan kepada mahasiswa.

Pada umumnya seorang mahasiswa memang memiliki kemampuan yang berbeda tingkatannya dengan anak-anak sekolahan. Karena seorang mahasiswa merupakan seseorang yang rata-rata usianya menginjak pada fase dewasa. Maka dari itulah mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda dengan anak-anak sekolahan. Mindset yang dimiliki oleh orang dewasa cenderung lebih berkembang dibandingkan dengan anak-anak yang masih remaja. Hal tersebut lah yang membuat mahasiswa dianggap dapat menguasai segala bidang keilmuan. Karena sejatinya pada masa perkuliahan bukan hanya materi pengetahuan saja yang dikembangkan oleh mahasiwa akan tetapi juga mereka membentuk dan mengembangkan pola pikir mereka menjadi lebih kritis dan inovatif. Sehingga dengan kemampuan tersebut terkadang mahasiswa dapat memecahkan masalah dengan mudah bahkan dengan masalah yang belum pernah mereka hadapi.

Banyak sekali anggapan-anggapan yang sangat membanggakan para mahasiswa. Mahasiswa ini dianggap juga sebagai seseorang yang akan menjadi pemimpin di masa depan nanti. Karena dengan ilmu yang didapat di masa perkuliahan ini nantinya akan mejadi modal utama mereka untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mahasiswa ini mempunyai peran yang sering sekali digauangkan oleh para mahasiswa yaitu menjadi agent of change atau agen perubahan. Peran tersebut lah yang menjadikan mahasiswa harus bisa menyiapkan dirinya agar kelak nantinya di masa depan dapat menjadikan tempat tinggalnya megalami perubahan yang signifikan. Selain itu ada juga peran yang lainnya yaitu sebagai iron stock (agen intelektual, social control (agen kontrol sosial), agen inovasi, dan agen pemersatu dan inspirasi.

Peran-peran tersebutlah yang menjadikan mahasiswa memunculkan gejolak-gejolak semangat dalam menjalankan aksi terkait dengan kebijakan-kebijakan oligarki yang tidak sesuai dengan keadaan pada masa kini. Banyak kita lihat di berbagai media bahwa sangat sering segerombolan mahasiswa melakukan aksi demo untuk melawan para jajaran pusat di negara ini. Mereka melakukan hal tersebut bukan hanya sekedar meluapkan emosi saja akan tetapi mereka juga memegang peran penting untuk mempertahankan keadilan yang berlaku di negara ini. Banyak oknum-oknum yang terkadang tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut, karena dianggap mereka hanya membuat kericuhan dijalan. Namun ada juga banyak orang yang mendukung hal tersebut karena dengan alasan kalo tidak mahasiswa siapa lagi yang akan mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai itu. Akan tetapi pada dasarnya aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan jalan yang paling akhir ditempuh oleh mahasiswa. Aksi demo ini dilakukan mahasiswa apabila dalam hal audiensi dengan jajaran pusat suara mereka tidak didengar. Dalam aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa pun memiliki tujuan yang baik yaitu agar mereka dapat bernogosiasi lebih lanjut terkait dengan permasalahan yang ada.

Mahasiswa bukanlah seorang yang asal-asalan dalam bertindak, namum mereka sangat mempersiapkan apa yang nantinya akan dilakukan. Mereka akan berdiskusi dan mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai kebaikan dan keburukannya mengenai apa yang akan mereka lakukan. Maka tidak heran mahasiswa ini sering kali bertindak dengan dengan kompak karena perasaan mereka dipersatukan dengan nasib yang sama dialami oleh setiap mahasiswa.

Selain aksi-aksi yang memukau di luar, para mahasiswa sebenarnya juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menjalankan perkuliahan mereka. Karena perkuliahan juga bukan hanya sekedar aksi saja melainkan juga sesuatu yang wajib yaitu mengikuti pembelajaran di kelas dengan intensif. Pembelajaran di kelas menjadi tempat bagi mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh dosen. Pembelajaran di tingkat perguruan tinggi ini berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan di sekolahan. Dimana pada saat kita masih di bangku sekolah pembelajaran di kelas dilaksanakan dengan pendekatan yang dimana guru sebagai objek utama dalam pembelajaran, artinya seorang guru menguasai pembelajaran di kelas tanpa melibatkan aktif siswa-siswa untuk saling belajar. Sering kali dijumpai pada pembelajaran SMA, para guru masih banyak yang menggunakan metode ceramah yang mengakibatkan seorang siswanya itu cepat merasa bosan dan mengantuk sehingga membuat materi yang diajarkan oleh guru akan sulit diterima oleh para siswa. Sedangkan pembelajaran di kelas perguruan tinggi sangat berbeda dengan pembelajaran yang ada di sekolah. Pada perkuliahan seorang mahasiswa diperintahkan untuk selalu aktif dalam pembelajaran, dimana para mahasiswa melaukan presentasi dan diskusi antar mahasiswa dan nantinya dosen hanya memberikan materi tambahan saja. Pembelajaran seperti inilah yang membuat mahasiswa memiliki pola pikir yang jauh berkembang dibandingkan dengan anak-anak sekolah.

Akan tetapi para mahasiswa kerap mengalami stres dalam melaksanakan proses perkuliahan, hal ini terkadang disebabkan oleh sangat banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa. Banyak mahasiswa yang sering mengeluh terhadap tugas yang diberikan kepada mereka, karena biasanya setiap dosen itu memberikan lebih dari satu tugas. Bayangkan saja satu semester ada sembilan mata kuliah dan setiap mata kuliah ada dua tugas, maka hal tesebut menjadi tantangan yang cukup berat bagi mahasiswa. Tidak jarang mahasiswa mengalami stres akibat tugas yang terlalu banyak, dan terkadang bagi mahasiswa yang berkecukupan mereka akan menggunakan jasa joki untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Memang pada seharusnya seorang yang berkuliah harus siap menanggung apa saja resikonya termasuk mendapatkan tugas yang banyak dari dosen. Karena pastinya dosen memberikan tugas tersebut bukan tanpa alasan melainkan juga pasti untuk kebaikan para mahasiswanya. Akan tetapi dalam kenyataanya banyak mahasiswa yang tidak melihat ke sudut pandang tersebut, yang mereka pandang hanyalah para dosen memberikan tugas kepada mahasiswa tanpa mengenali batas kemampuan mahasiswa tersebut. Pemikiran tersebutlah yang membuat mahasiswa berputus asa dalam mengerjakan tugas.

Stres yang dialami oleh mahasiswa selain disebabkan oleh banyaknya tugas dari dosen, terkadang juga diakibatkan dengan kesibukan mereka sendiri yaitu mengurus organisasi mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi mahasiswa, hal ini tentunya banyak sisi positif dan negatifnya tergantung bagaimana mahasiswa tersebut dapat mengatur waktu mereka. Pada sisi positifnya sendiri mahasiswa bisa memperoleh apa yang tidak mereka peroleh di dalam kelas contohnya saja dengan kita mengikuti organisasi menjadikan kita banyak menjalin hubungan dengan pihak-pihak luar dimana dalam hal tersebut kita dapat belajar bagaimana berkomunikasi yang dan juga memabangun rekasi yang baik dengan orang lain. Akan tetapi sisi negatif juga dapat muncul apabila mahasiswa tersebut tidak dapat membagi waktu nya antara jam perkuliahan dengan jam kegiatan organisasi, hal tersebut mengakibatkan perkuliahannya menjadi berntakan, nilai mata kuliah menjadi turun, bahkan dapat menjadikan kita lama untuk lulus. Kejadian itulah yang terkadang menjadikan mental mahasiswa menjadi turun karena tidak bisa nya mahsaiswa mengatur waktu mereka sendiri.

Banyak beban yang dipikul oleh mahasiswa selama masa perkuliahan, dimulai dari harapan besar orang lain, beban tugas yang diberikan oleh dosen, dan juga beban pengaturan waktu terkait dengan kesibukan di luar kuliah. Hal-hal tersebut yang menjadi mahasiswa mengalami penurunan mental dan menjadikan mereka stres dengan keadaan yang dijalaninya. Permasalahan-permasalahan tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap mahasiswa apalagi mahasiswa baru yang belum mengenal lebih dalam mengenai dunia perkuliahan.

Maka dari itu untuk menghindari semua permasalahan tersebut, seorang mahasiswa harus menyiapkan dirinya sebelum masuk perkuliahan dengan mental yang kuat dan juga dengan mental yang tidak mudah tergoyahkan. Selain itu untuk mencegah terjadinya stress yang berlebihan bagi mahasiswa, mereka perlu menemukan sosok sahabat yang megerti apa yang kita rasa. Artinya dalam dunia perkuliahan kita tidak hanya mencari ilmu saja melainkan juga harus mencari sahabat yang dapat dijadikan tempat untuk bercerita masalah-masalah yang dialami. Karena dengan bercerita masalah kita kepada orang lain maka akan mengurangi beban pikiran yang kita tampung. Maka memilih teman disini sangatlah penting dilakuakan oleh mahasiswa agar kita tidak terbawa arus dengan teman-teman yang kurang baik dalam pengaruh perkuliahan kita.

Selain mencari sahabat yang pengertian, kita juga dapat mencari kekasih yang dapat saling mendukung dalam hal perkuliahan, bukan bermaksud untuk menjalani hubungan suami istri, melainkan kekasih pada perkuliahan ini berguna memancing semangat kita dalam belajar. Karena dengan didampingi seseorang yang kita sayangi maka keadaan semangat kita akan terus naik, dan hal tersebut dapat mengurangi stres pikiran yang kita alami. Akan tetapi pada hal ini jangan sampai terlewat batas, karena banyak mahasiswa yang terkadang tidak bisa menahan nafsunya sehinga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu apabila ingin mencari kekasih pada masa perkuliahan diniatkan untuk pendukung dan peyemangat perkuliahan saja tidak lebih dari itu, karena perjalanan seorang mahasiswa masih panjang.

Menjaga kesehatan mental pada saat perkuliahan sangatlah penting, karena perkuliahan ini bukanlah pendidikan yang sebentar melainkan pendidikan yang cukup memakan waktu lama dan juga banyak beban yang dipikul. Sehingga dukungan dari segi manapun kita butuhkan untuk mempertahankan semangat kita dalam menjalani perkuliahan. Sebagai mahasiswa juga harus bisa mengatur emosi mereka, jangan jadikan beban yang ada dipikiran mereka menjadi emosi tidak terkontrol. Karena seorang mahasiswa nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan dan juga dihadapkan dengan problematika secara langsung di masyarakat, maka dari itu seorang mahasiswa harus bisa mengatasi hal tersebut dengan menahan emosi mereka dan tetep berpikir secara tenang dan mendalam bagaikan istilah “samudra yang tenang di tengah badai”.

Teknologi Sebagai Jembatan Modern di Era Sekarang

 

Teknologi Sebagai Jembatan Modern di Era Sekarang

Oleh : Fadjrie Mahardika Ristianto

            Zaman sekarang kehidupan manusia semakin maju dan banyak hal-hal baru, dalam hal ini tentu semuanya harus dihadapi dengan bijak. Banyak permasalahan yang kita temui selama hidup di dunia, baik itu masalah personal maupun  non-personal. Kita melihat dari kemajuan teknologi sendiri banyak hal-hal yang menarik didalamnya dimana teknologi ini dapat menguntungkn kita dan merugikan kita. Selain itu di era pesatnya perkembangan teknologi pada masa kini membuat manusia dapat melakukan apa saja dengan mudah.

            Dalam perkembangan teknologi sendiri selain dapat menguntugkan juga bisa menjadi bomerang bagi kita apabila tidak bisa menggunakan dengan bijak. Tentunya dalam kehidupan kita tidak bisa dengan mudah meninggalkan teknologi, karena teknologi sendiri sudah menjadi kebutuhan primer bagi manusia. Tetapi terlepas dari itu semua perilaku pasti mempunyai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Melihat dari dampak positif sendiri terkait dengan perkembangan teknologi kehidupan manusia menjadi lebih mudah, namun jika dilihat dari dampak negatifnya adalah manusia akan menjadi manusia yang egois tidak mengenal kehidupan sosial.

            Perkembangan teknologi ini juga bisa menjadi tolak ukur bagaimana suatu keadaan negara, yaitu apakah negara itu maju atau ketinggalan peradaban, itu semua bisa dilihat dari perkembangan teknologi di negara tersebut. Seperti contohnya seperti negara Amerika Serikat, Jepang, Swedia, dan lainnya. Negara itu termasuk ke negara yang terhebat dari penguasaan teknologi. Kita bisa lihat sendiri keadaan negara tersebut terlihat lebih maju dari negara-negara lainnya.

            Indonesia sendiri mengenai perkembangan teknologi sudah lumayan maju seperti halnya penggunaan teknologi pada bidang ilmu kesehatan, informatika, geografis, dan beberapa bidang lain. Selain itu juga teknologi berperan pada kehidupan kita sehari-hari. Masyarakat di Indonesia tentunya juga sudah tidak asing dengan teknologi di kehidupan sehari-hari. Seperti penggunaan Handphone, TV, Radio, Rice Cooker, dan lain sebagainnya. Hampir di setiap aktivitas kita membutuhkan yang namanya teknologi dari sampai bangun tidur samapai tidur lagi. Maka dari itu teknologi sebagai jembatan karena teknologi menjadi penompang kehidupan kita. Contoh lain kita ambil dari bidang pendidikan, dimana pada pendidikan di Indonesia saat ini sudah mulai memanfaatkan teknologi, seperti pada pembuatan media belajar yang semakin menarik dan hal itu dapat memudahkan siswa jadi lebih memahami materi yang di sampaikan oleh guru. Teknologi dalam pendidikan juga bermanfaat bagi para siswanya yaitu mereka jadi lebih mudah dalam mencari materi-materi pembelajaran yang dibutuhkan. Selain itu teknologi juga menjadi penghibur untuk para remaja yang sedang mengalami stress, karena teknologi juga dapat membalikan suasana hati kita, dengan cara bermain game, menonton film, dan juga membaca-baca cerita, semuanya itu sudah tersedia dalam satu perangkat yang disebabkan oleh kemajuan teknologi. Bukann hanya dari media belajar saja, teknologi sekarang juga sudah banyak membantu pada saat pandemi Covid-19 tahun kemarin, dimana pada saat itu pendidikan berhenti berjalan karena keadaan yang tidak memungkinkan. Pada saat itu teknologi benar-benar bermanfaat bagi kelangsugan pendidikan di Indonesia, bagaimana tidak teknologi dapat membuat pembelajaran dengan cara jarak jauh anpa adanya tatap muka secara lamgsung. Selain di bidang pendidikan ada juga pada bidang ekonomi, bilamana pada saat pandemi kemarin yang tidak boleh kumpul beramai-ramai, hal itu membuat pasokan kebutuhan menjadi berkurang. Nah disini teknologi menjadi jalan pintas yaitu dengan teknologi kita bisa memesan belanja dari jarak jauh. Semuanya itu bisa terjadi karena perkembangan teknologi yang pesat sehingga membuat kehidupan jadi lebih mudah.

            Pada hal kebaikan memang teknologi ini banyak manfaatnya, tetapi jangan dilupakan juga mengenai dampak buruk dari pengguanaan teknologi itu sendiri. Ibarat jembatan yang sudah lama dan kelebihan bobot itu akan hancur, sama halnya seperti teknologi jika digunakan dengan berlebihan maka itu juga akan membahayakan kita. Seperti kasus pada masyarakat dimana kehidupan sekarang tidak se indah pada kehidupan masyarakat pada zaman dahulu. Pada zaman dahulu yang cenderung lebih suka ngobrol-ngobrol langsung antar tetangga, berbeda dengan pada masa sekarang yang setiap masyarakat lebih fokus terhadap handphone sendiri-sendiri dan itu mengakibatkan sikap egois dan ketidak rukunan antar tetangga. Bahkan anak-anak pun sama, banyak anak kecil yang sudah mahir bermain handphone, akibatnya mereka akan kehilanga masa kecil mereka karena masa kecil mereka akan dihabiskan dengan menyendiri bermain hadphone. Tentunya hal itu kurang baik bagi ana kecil karena anak kecil belum bisa mengontrol emosi dalam pengunaan tknologi. Bisa jadi nantinyamalah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang

Aksi Solidaritas Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang           Beberapa waktu lalu, bencana banjir bandang melanda sejumlah ...