Sabtu, 07 Februari 2026

Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang

Aksi Solidaritas Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang


 

       Beberapa waktu lalu, bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet, termasuk kawasan Pemalang bagian selatan. Peristiwa ini disebabkan oleh hujan lebat berintensitas tinggi dan angin kencang sejak Jumat sore (23/1/2026). Curah hujan tinggi yang terus berlanjut hingga malam hari menyebabkan debit air di beberapa sungai utama, seperti Sungai Soso dan Sungai Penakir, meningkat drastis hingga meluap melampaui daya tampungnya.

        Pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, banjir bandang mulai menerjang kawasan permukiman di Kecamatan Pulosari dan Moga dengan membawa material lumpur tebal serta gelondongan kayu. Desa Penakir menjadi salah satu lokasi dengan dampak terparah. Derasnya arus banjir mengakibatkan 29 unit rumah warga mengalami kerusakan dan sebanyak 911 jiwa menjadi korban terdampak banjir.

    Selain merusak kawasan pemukiman, banjir bandang ini juga memutus akses transportasi dan melumpuhkan aktivitas masyarakat. Beberapa ruas jalan utama serta jembatan penghubung antarwilayah tertutup material lumpur dan kayu, sehingga mobilitas warga menjadi sangat terbatas. Kondisi ini menghambat proses evakuasi serta pendistribusian bantuan ke lokasi terdampak. Aktivitas ekonomi pun terhenti sementara karena kerusakan pada akses jalan dan fasilitas umum.

     Dalam situasi darurat ini, kebutuhan logistik menjadi sangat mendesak. Warga memerlukan pasokan makanan, selimut, air bersih, serta perlengkapan sanitasi untuk mencegah menjaga kessehatan dan meminimalisir terkena penyakit pasca bencana. Sebagian besar keluarga terpaksa mengungsi ke kantor kecamatan atau rumah kerabat sembari menunggu kondisi lingkungan kembali aman.

     Berdasarkan data dari PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Pemalang per Senin, 26 Januari 2026, pukul 17.04 WIB, skala pengungsian akibat bencana ini sangat besar dengan total 2.292 jiwa. Sebaran pengungsi tersebar di berbagai titik, di antaranya: Kantor Kecamatan Pulosari  (196 Jiwa), Gedung NU(525 Jiwa), TPQ Syafaatul Quran RT 15  (471 Jiwa), Pukesmas Pulosari (15 Jiwa), Desa Sima Moga (44 Jiwa), Dusun Wanasari Penakir Mushola RT 25, RT 26 (500 Jiwa), TPQ Al-Hikmah RT 20 ( 82 Jiwa), Masjid Lama "Baitul Hikmah"  RT 21 (215 Jiwa), dan Masjid Lama ( Baitul Hikmah) RT 22 (195 Jiwa).


    Merespons kondisi tersebut, Aliansi Mahasiswa Pemalang bergerak cepat melalui semangat solidaritas. Berbagai organisasi seperti IMP SAIZU, IMPP WALISONGO, IMPP-PEKALONGAN, IMP UNIMUS, IMPP UNNES, IMPP UNSIQ, IMP POLINES, dan Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya berkolaborasi menggalang dana serta bantuan pokok. Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan peran aktif generasi muda dalam menghadapi krisis di daerah asal mereka. Penggalangan dana dilakukan secara online maupun langsung di titik-titik strategis wilayah Pemalang dengan total donasi masuk sebanyak Rp 17.456.180,00.

Fokus utama bantuan disalurkan langsung melalui posko-posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) agar distribusi lebih efektif dan tepat sasaran. Berikut adalah penyaluran bantuan yang telah dilaksanakan:

• Gelombang I (Selasa, 27 Januari 2026): Penyaluran bantuan tahap pertama di desa Penakir dusun Wanasari.

• Gelombang II (Rabu, 28 Januari 2026): Penyaluran bantuan di desa Sima.

• Gelombang III (Jum'at, 30 Januari 2026): Penyaluran bantuan tahap kedua di desa Penakir dusun Wanasari.

• Gelombang IV (Senin, 2 Februari 2026): Penyaluran bantuan di desa Penakir dusun Sawangan.

     Aksi ini bukan semata-mata berfokus pada penyaluran bantuan fisik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat terdampak. Kehadiran para Mahasiswa di tengah warga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas, sekaligus menegaskan bahwa para korban tidak menghadapi situasi ini sendirian. Gerakan ini pun mendapat respon positif dari berbagai pihak, yang turut menyalurkan donasi maupun tenaga.

    Bencana banjir bandang memang menyisakan duka, namun aksi kemanusiaan Aliansi Mahasiswa Pemalang ini memberikan energi baru bagi warga untuk bangkit. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban warga Pemalang Selatan dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial diharapkan terus terjaga sebagai bekal bagi mahasiswa untuk selalu berkontribusi positif bagi masyarakat.

 

Berikut Transparansi Keuangan Penggalangan Dana Bencana Alam Pemalang Selatan: 

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1-OcxjS8so_5pCqkvunzdmmDRizKpvxjCywbCT0NUVfg/edit?usp=sharing





Jumat, 06 Februari 2026

Semangat Berbagi Informasi Dunia Perkuliahan Melalui Kegiatan Sosialisasi IMPP Pekalongan 2026

 Semangat Berbagi Informasi Dunia Perkuliahan Melalui Kegiatan Sosialisasi IMPP Pekalongan 2026



Kontribusi mahasiswa IMPP Pekalongan dalam mendukung pendidikan, kembali dibuktikan melalui keberhasilan kegiatan Sosialisasi Kampus ke beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Pemalang. Sosialisasi merupakan salah satu program kerja yang dinaungi oleh Divisi Sosial, bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa pengenalan, promosi, dan pemaparan informasi menyeluruh mengenai beberapa perguruan tinggi yang ada di kota hingga kabupaten Pekalongan. Program sosialisasi ini menyambangi para siswa kelas XII SMA/SMK/MA di kabupaten Pemalang, mulai dari wilayah pemalang timur, tengah hingga wilayah selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan hampir selama satu bulan, mulai dari tanggal 6-29 Januari 2026 secara tatap muka. Untuk memudahkan koordinasi, pelaksanaan sosialisasi dibagian menjadi 3 wilayah, diantaranya Pemalang timur yang dikoordinatori oleh Eka Faidah Khasanah, Pemalang tengah yang dikoordinatori oleh Septi Yuliana, dan Pemalang selatan yang dikoordinatori oleh Muhamad Zaki Mubarok. Setiap wilayah diisi oleh mahasiswa/i yang tinggal di wilayah tersebut, tetapi mereka juga mengikuti sosialisasi di wilayah lain. Adapun beberapa kampus yang disosialisasikan pada kegiatan ini yaitu Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur), Universitas Pekalongan (UNIKAL), Universitas Muhammadiyah Pekajangan (UMP), Institut Widya Pratama (IWIMA).

Dalam pelaksanaan sosialisasi ini, mahasiswa/i memperkenalkan diri mereka sebagai bagian dari IMPP-Pekalongan, mereka juga membagikan sejumlah brosur kampus baik secara fisik maupun non-fisik. Mereka menjelaskan apa saja jalur masuk kampus, seperti SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri, serta syarat-syarat yang perlu dipenuhi. Selain itu, mereka juga membagikan informasi tentang berbagai fasilitas unggulan yang dimiliki setiap kampus yang ada di Pekalongan serta rincian biaya UKT dan juga beasiswa yang ada di kampus tersebut. Sesekali mereka juga berbagi cerita tentang apa saja yang ada di dunia perkuliahan, seperti aktivitas dalam perkuliahan, cara berkomunikasi dengan dosen, tata tertib kampus, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, para Mahasiswa juga ikut mempromosikan kegiatan-kegiatan IMPP-Pekalongan yang bisa diikuti oleh para siswa dan mengajak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. 

Dalam setiap kunjungan ke sekolah, suasana sosialisasi dibuat interaktif dan komunikatif. Mahasiswa/i tidak hanya berbicara di depan, tetapi juga membuka ruang diskusi kelas. Hal ini dilakukan agar para siswa terdorong aktif untuk bertanya, berbagi keresahan, bahkan mengungkapkan keraguan mereka tentang melanjutkan kuliah. Mulai dari jurusan, jalur masuk perguruan tinggi, hingga soal biaya dan beasiswa dibahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Sekali-kali terdapat candaan atau lelucon yang dibawakan para mahasiswa/i agar suasana kelas tetap nyaman.

Program sosialisasi kampus ini tidak hanya bermanfaat bagi para siswa, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi Mahasiswa/i. Melalui interaksi langsung dengan siswa dan pihak sekolah, mahasiswa/i dilatih untuk menyampaikan informasi secara jelas, membangun rasa percaya diri, serta menyesuaikan cara penyampaian dengan kondisi audiens. Pengalaman turun langsung ke lapangan ini menjadi bekal penting dalam membentuk kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi mahasiswa.

Antusiasme siswa dan sambutan hangat dari pihak sekolah menjadi indikator keberhasilan program ini. Banyak siswa yang mengaku lebih termotivasi dan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang arah pendidikan setelah lulus. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah juga menjadi dorongan besar bagi keberhasilan kegiatan, karena sosialisasi ini dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam membimbing siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya. Bagi IMPP-Pekalongan, hal ini menjadi pencapaian penting sekaligus bukti bahwa peran mahasiswa sebagai agen edukasi dan inspirasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah.

Melalui rangkaian kunjungan ini, mahasiswa IMPP-Pekalongan hadir sebagai teman berbagi informasi bagi siswa-siswi kelas XII. Mereka mengenalkan gambaran dunia perkuliahan secara lebih dekat, sekaligus memberi semangat agar para siswa berani melangkah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kelancaran kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen IMPP-Pekalongan dalam terus hadir dan berkontribusi bagi para pelajar.

Dengan berakhirnya rangkaian sosialisasi kampus tahun 2026, IMPP-Pekalongan berharap informasi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi siswa-siswi kelas XII dalam menentukan arah pendidikan mereka. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, namun dapat terus berkembang menjadi gerakan edukatif berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi pelajar.

Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang

Aksi Solidaritas Mahasiswa Pemalang Pasca Banjir Bandang Di Pemalang           Beberapa waktu lalu, bencana banjir bandang melanda sejumlah ...